"Jika Engkau Tidak Sanggup Menahan Lelahnya Belajar, Engkau Harus Menanggung Pahitnya Kebodohan", Pythagoras
Tampilkan postingan dengan label materi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label materi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juli 2020

Eksponen

Eksponen (pertemuan 1)

A. Pengertian Eksponen

    Eksponen juga disebut bilangan berpangkat
    Bentuk umum
 
 

   a = bilangan pokok 
   n = pangkat atau eksponen
   contoh
   







B. Sifat - sifat fungsi eksponen


 
Contoh Soal dan Pembahasan

Video Pembelajaran tentang Eksponen





Kerjakan Quiznya Klik !!

Semoga Bermanfaat Untuk Kemajuan Bersama ^_^


Rabu, 16 Oktober 2019

Kisi -kisi Penilaian Akhir Semester

Kisi kisi Penilaian Akhir Semester (PAS) 

Mata Pelajaran Matematika Semester Genap 

Tahun Pelajaran 2019 2020






Disusun oleh : Anggota MGMP Matematika SMK Kab. Sragen


Semoga Bermanfaat Untuk Kemajuan Bersama ^_^

Senin, 04 Februari 2019

Kamis, 31 Januari 2019

Rumus Perbandingan Trigonometri Sudut Berelasi

Materi Rumus Perbandingan Trigonometri Sudut Berelasi



a. Kwadran I (0° < a < 90°)
Sin (90 - a)°      = Cos a°
Cos (90 - a)°     = Sin a°
Tg (90 - a)°       = Ctg a°
Cosec (90 - a)° = Sec a°
Sec (90 - a)°      = Cosec a°
Ctg (90 - a)°     = Tg a°

b. Kwadran II (90° < a < 180°)
Sin (90 + a)°     = Cos a°
Cos (90 + a)°    = - Sin a°
Tg (90 + a)°       = - Ctg a°
Cosec (90 + a)° = Sec a°
Sec (90 + a)°     = - Cosec a°
Ctg (90 + a)°    = - Tg a°

c. Kwadran II (90° < a < 180°)
Sin (180 - a)°      = Sin a°
Cos (180 - a)°     = - Cos a°
Tg (180 - a)°       = - Tg a°
Cosec (180 - a)° = Cosec a°
Sec (180 - a)°      = - Sec a°
Ctg (180 - a)°     = - Ctg a°

d. Kwadran III (180° < a < 270°)
Sin (180 + a)°      = - Sin a°
Cos (180 + a)°     = - Cos a°
Tg (180 + a)°       = Tg a°
Cosec (180 + a)° = - Cosec a°
Sec (180 + a)°      = - Sec a°
Ctg (180 + a)°     = Ctg a°

e. Kwadran III (180° < a < 270°)
Sin (270 - a)°      = - Cos a°
Cos (270 - a)°     = - Sin a°
Tg (270 - a)°       = Ctg a°
Cosec (270 - a)° = - Sec a°
Sec (270 - a)°      = - Cosec a°
Ctg (270 - a)°     = Tg a°

f. Kwadran IV (270° < a < 360°)
Sin (270 + a)°      = - Cos a°
Cos (270 + a)°     = Sin a°
Tg (270 + a)°       = - Ctg a°
Cosec (270 + a)° = - Sec a°
Sec (270 + a)°      = Cosec a°
Ctg (270 + a)°     = - Tg a°

g. Kwadran IV (270° < a < 360°)
Sin (360 - a)°      = -Sin a°
Cos (360 - a)°     = Cos a°
Tg (360 - a)°       = -Tg a°
Cosec (360 - a)° = - Cosec a°
Sec (360 - a)°      = Sec a°
Ctg (360 - a)°     = - Ctg a°

h. Kwadran IV (270° < a < 360°)
Sin (- a)°           = - Sin a°
Cos (- a)°          = Cos a°
Tg (- a)°            = - Tg a°
Cosec (- a)°       = - Cosec a°
Sec (- a)°           = Sec a°
Ctg (- a)°          = - Ctg a°



Matematika Pra Sejarah

Asal mula pemikiran matematika terletak di dalam konsep bilangan, besaran, dan bangun.[8] Pengkajian modern terhadap fosil binatang menunjukkan bahwa konsep ini tidak berlaku unik bagi manusia. Konsep ini mungkin juga menjadi bagian sehari-hari di dalam kawanan pemburu. Bahwa konsep bilangan berkembang tahap demi tahap seiring waktu adalah bukti di beberapa bahasa zaman kini mengawetkan perbedaan antara "satu", "dua", dan "banyak", tetapi bilangan yang lebih dari dua tidaklah demikian.[8] Benda matematika tertua yang sudah diketahui adalah tulang Lebombo, ditemukan di pegunungan Lebombo di Swaziland dan mungkin berasal dari tahun 35000 SM.[9] Tulang ini berisi 29 torehan yang berbeda yang sengaja digoreskan pada tulang fibula baboon.[10] Terdapat bukti bahwa kaum perempuan biasa menghitung untuk mengingat siklus haid mereka; 28 sampai 30 goresan pada tulang atau batu, diikuti dengan tanda yang berbeda.[11] Juga artefak prasejarah ditemukan di Afrika dan Perancis, dari tahun 35.000 SM dan berumur 20.000 tahun,[12] menunjukkan upaya dini untuk menghitung waktu.[13]
Tulang Ishango, ditemukan di dekat batang air Sungai Nil (timur laut Kongo), berisi sederetan tanda lidi yang digoreskan di tiga lajur memanjang pada tulang itu. Tafsiran umum adalah bahwa tulang Ishango menunjukkan peragaan terkuno yang sudah diketahui tentang barisan bilangan prima[10] atau kalender lunar enam bulan.[14] Periode Predinastik Mesir dari milenium ke-5 SM, secara grafis menampilkan rancangan-rancangan geometris. Telah diakui bahwa bangunan megalit di Inggris dan Skotlandia, dari milenium ke-3 SM, menggabungkan gagasan-gagasan geometri seperti lingkaran, elips, dan tripel Pythagoras di dalam rancangan mereka